KETIK ASIK RAGAM BUDAYA KONSERVASI (Kenali Batik dan Kreasikan Ragamnya dalam Budaya Konservasi)
- Sabtu, 11 November 2023
- Yusiyanti, S.Pd.
- 3 komentar
Banjarnegara. Siswa kelas 7, SMP Negeri 2 Banjarnegara kembali semangat berkarya dalam kegiatan P5 (Projek Penguatan Pelajar Profil Pancasila). Bersama tim koordinator dan fasilitator P5, para siswa tersebut mengadakan kunjungan ke Sentra Batik Mirah di Desa Panerusan Wetan, Susukan, Banjarnegara pada hari Sabtu, 11 November 2023. Kunjungan tersebut merupakan wujud kegiatan P5 dalam tema Kearifan Lokal “Ketik Asik Ragam Budaya Konservasi” (Kenali Batik dan Kreasikan Ragamnya dalam Budaya Konservasi.

Perjalanan menuju Desa Panerusan Wetan ditempuh dengan waktu kurang lebih selama satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan angkutan kota. Perjalanan tersebut dimulai dari Esphero menuju arah barat dari pusat kota Banjarnegara. Selama perjalanan, para siswa tampak antusias dan semangat. Belajar membatik bagi mereka merupakan pengalaman yang baru. Tak terasa kurang lebih enam puluh menit, akhirnya rasa penasaran mereka pun terobati ketika mereka sampai di “Batik Gumelem “MIRAH” Produk Panerusan Wetan”.

Sebelum membatik, siswa berkumpul berdasarkan kelompok yang sudah dibagi. Proses membatik pun dimulai. Masing-masing kelompok mendapatkan alat membatik, yakni lilin yang sudah dipanaskan dan canting untuk membatik. Setiap kelompok didampingi oleh satu orang pembatik dari Sentra Batik Mirah. Tiap kelompok juga sudah mempersiapkan desain atau motif di atas kain mori dengan ukuran 30x30 cm. Kain yang sudah didesain, siap untuk dilapisi lilin yang sudah dipanaskan. Ada pun motif gambar batik yang mereka desain, antara lain motif bunga, daun, dan binatang.

Setelah proses pelapisan lilin, proses berikutnya adalah pewarnaan. Setiap pewarnaan disesuaikan dengan desain atau motif yang mereka buat. Setelah proses pewarnaan selesai, kemudian kain dikeringkan di tempat yang teduh untuk selanjutnya proses pewarnaan dasar kain yang akan dilakukan oleh tim Sentra Batik Mirah.
Menurut Ibu Sumirah, biasa disapa Bu Mirah yang merupakan pembatik generasi keempat. Beliau mengatakan bahwa kunjungan siswa-siswa Esphero sangat menginspirasi bagi siswa dari sekolah lainnya untuk belajar membatik. Beliau juga menambahkan bahwa dengan mereka datang ke tempat proses pembuatan batik dan mau mencoba membatik merupakan suatu hal yang berharga untuk mendapatkan ilmu, wawasan, dan pengalaman agar batik tidak punah. Harapannya adalah agar membatik ada yang meneruskan.
Sobat Esphero, mari kita lestarikan budaya daerah, khususnya budaya batik lokal Banjarnegara!
Salam Literasi! Salam Konservasi!
Tim Jurnalis Esphero
Selaras dan Talitha
3 Komentar
"Lestarikan budaya bangsa"
"Belajar membatik bersama untuk melestarikan budaya lokal."